INFO Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Direktur ASH Tuntut Dugaan Konspirasi Pemberian Gelar Guru Besar Abal-Abal di Kampus IAIN Bone

Direktur ASH Tuntut Dugaan Konspirasi Pemberian Gelar Guru Besar Abal-Abal di Kampus IAIN Bone

BONE - Direktur Law Firm ASH, Salahuddin, akan menggugat secara hukum adanya skandal gelar Guru Besar di IAIN Bone yang dinilai tidak layak. Dalam temuannya, muncul dugaan kuat adanya pemerkosaan hak itelektual yang dipermak dengan berbagai cara dan diklaim guna dijadikan syarat pencapaian gelar profesor. Kasus ini dinilai turut mencoreng dunia Pendidikan.

"Iya, kami menemukan dan meyakini indikasi adanya praktik perolehan gelar akademik yang bertentangan dengan undang-undang, kami lihat turunannya memang bertentangan dan patut kita tingkatkan prosesnya secara hukum, jadi untuk sementara kami pelajari berkasnya. Kami juga sudah mengirim surat Laporan ke Inspektorat Kementerian Agama Republik Indonesia dan meminta klarifikasi tertulis kepada Rektor IAIN Bone terkait hal tersebut " ungkap Salahuddin, Kamis (9/4/26).

Kasus ini terindikasi ikut melibatkan sejumlah petinggi kampus ternama di IAIN Bone yang diduga turut bekerjasama dalam penerbitan surat Keputusan (SK) Guru Besar.

"Untuk saat ini kami masih rahasiakan identitasnya. Ada petinggi yang diduga ikut terlibat dalam persekongkolan jahat ini," kata  Salahuddin.

Dalam temuannya, ia ikut menjelaskan terkait aturan yang mestinya diaplikasikan dilapangan. Yang mana, syarat untuk menjadi profesor (guru besar) di Indonesia yang merupakan capaian tertinggi fungsional untuk dosen ini, wajib memenuhi kualifikasi doktor (S3), dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun, dan publikasi jurnal internasional bereputasi. 

"Syarat menjadi profesor di Indonesia wajib liniear, terutama antara bidang ilmu pendidikan doktor (S3) dan magister (S2), Kemudian juga harus relevan dengan bidang ilmu yang diajarkan. Linearitas ini penting karena dosen diharapkan menjadi ahli di bidangnya, dengan fokus utama pada kesesuaian keilmuan yang serumpun dan kami tidak menemukan hal tersebut" jelas Salahuddin.

Ia pun mengungkap sisi ironinya, bahwa gelar Guru Besar oknum yang ada di IAIN Bone tersebut diduga bermasalah karena memakai rumpun ilmu milik rekan sesama dosen di kampus tersebut. Hal ini pun memunculkan indikasi dugaan konspirasi dengan para asesor di Kementerian Agama.

"Laporan investigasi kami ini akan mengungkap adanya "Skandal Guru Besar Abal-Abal" yang melaporkan terjadinya pelanggaran aturan dan juga norma akademik guna memperoleh jabatan sebagai Profesor, Guru Besar" 

"Jadi pada intinya ada oknum yang menyandang gelar akademik tapi dalam dalam faktanya tidak linier dengan rumpun ilmunya, Kami akan mengusut ini sampai tuntas dan semua pihak yang terlibat dalam masalah ini.... Knapa ???? karena ini menyangkut karir dan masa depan klien kami (Sebut saja Inisialnya  (MUS) yang juga adalah salah satu staff dosen pengajar di IAIN BONE) yang di rugikan dan di rampas hak atas rumpun ilmunya berdasarkan UKOM yang dia miliki sehingga kami harus membuat masalah ini terang menderang" tutup Salahuddin.

Sementara itu, Rektor IAIN Bone Prof.H.Sahabuddin yang coba dikonfirmasi terkait permasalahan ini belum menanggapinya secara serius. Rektor mengaku sedang berada diluar daerah.

"Waalaikumsalam. Saya masih DL" ringkasnya.

(Redaksi)
Anda sekarang membaca artikel Direktur ASH Tuntut Dugaan Konspirasi Pemberian Gelar Guru Besar Abal-Abal di Kampus IAIN Bone dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/04/direktur-ash-tuntut-dugaan-konspirasi.html

0 Comments: