Akademik
Bone
Daerah
dosen
gurubesar
Hukum
IAIN
inspektorat
Kampus
kuasahukum
mahasiswa
Pendidikan
profesor
rektor
Dugaan Skandal Guru Besar Abal-abal di IAIN Bone Menanti Babak Baru
BONE - Polemik kasus dugaan Guru Besar (Profesor) abal-abal di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sulawesi Selatan, kini menanti babak baru. Kuasa Hukum pihak yang dirugikan mengaku, telah menindaklanjuti berkas laporan atas kasus ini, hingga ke Jakarta.
"Demi kepentingan hukum klien kami, saat ini saya berada di Jakarta untuk menindaklanjuti laporan yang sebelumnya telah masuk di Inspektorat. Mohon doanya, kami berharap ini bisa segera rampung," terang Andi Salahuddin, Kuasa Hukum MUS saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/26).
Hingga saat ini, berbagai macam komentar dan spekulasi liar, masih riuh di media sosial.
Publik menunggu kelanjutan dan akhir dari prosesnya. Sementara, Pihak Pimpinan Akademik Kampus tak kunjung memberikan klarifikasi demi menunjang transparansi.
Kasus ini disebut turut memicu kekhawatiran akan merosotnya integritas dan marwah akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan terbesar di Kabupaten Bone.
Sebelumnya, Pihak Kuasa Hukum ASH telah menjelaskan duduk perkara dari pernyataan berani yang menyebut akan membongkar praktik dari 'skandal guru besar abal-abal' yang telah disandang salah satu Profesor di IAIN Bone.
Dalam teknisnya, Salahuddin menilai, ada cacat materil yang seolah diperlihatkan secara terang-terangan di institusi pendidikan yang mestinya menjunjung tinggi moral dan kebijaksanaan tersebut. Ia memandang, jika terkait masalah ini, bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk dibuktikan. Apalagi, jika dilihat dari rekam jejak ke yang bersangkutan.
"Jika kita melihat formilnya, SK sertifikat UKOM yang dimiliki oleh klien kami liniear, yakni 'Strategi Pembelajaran Bahasa Arab', dan dari materilnya kenapa bisa seorang professor yang diangkat di bidang itu, justru tidak mengajarkan itu? Kan aneh ini," Jelasnya.
Selanjutnya, Salahuddin turut berbagi informasi dan kesaksian ke publik melalui aplikasi pencarian yang bisa sama-sama di akses di laman google. Ia berharap agar kasus ini bisa terbuka secara terang-benderang melalui metode analisa linearitas berdasar rumpun ilmu, serta kesesuaian turunannya hingga menjadi karya ilmiah.
Seperti diketahui, jika publikasi ilmiah yang terindeks dalam Scopus merupakan hal yang paling krusial dalam syarat pencapaian gelar/ jabatan akademisi tertinggi di dunia pendidikan (Guru Besar/ Profesor).
"Kami juga ikut mengajak publik untuk melihat google schollar dan scopus (bisa di akses via google). Dan yang bersangkutan, apakah pernah menulis tentang strategi pembelajaran bahasa Arab? apakah beliau memiliki sertifikat UKOM untuk kepakaran beliau? jikalau tidak, mari coba kita sma2 bertanya kok bisa beliau professor di bidang ilmu kepakaran yang dimaksud? apakah sudah berdasarkan regulasi yang ada? apakah dibolehkan? lalu jika tidak, bagamana? dan sebenarnya apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?," kata ASH memantik tanda tanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jika Direktur Law Firm ASH, Andi Salahuddin, akan menggugat secara hukum adanya skandal pengukuhan gelar 'Guru Besar' di IAIN Bone yang dinilai tidak layak dan memalukan.
Dalam temuannya, muncul dugaan kuat adanya pemerkosaan hak itelektual yang diolah dengan berbagai cara dan kemudian diklaim, guna dijadikan syarat pencapaian gelar dan jabatan guru besar (profesor). Kasus ini tentunya mencoreng dunia akademik. Selain itu, kasus ini juga terindikasi ikut melibatkan sejumlah petinggi kampus ternama di IAIN Bone, hingga main mata dengan asesor di Kementrian Agama yang diduga ikut bekerjasama dalam penerbitan surat Keputusan (SK) Guru Besar tersebut.
"Laporan investigasi kami ini akan mengungkap adanya 'Skandal Guru Besar abal-abal' yang melaporkan terjadinya pelanggaran aturan dan juga norma akademik guna memperoleh jabatan sebagai Profesor (Guru Besar),"
"Jadi pada intinya ada oknum yang menyandang gelar akademik tapi dalam dalam faktanya tidak linier dengan rumpun ilmunya, Kami akan mengusut ini sampai tuntas dan semua pihak yang terlibat dalam masalah ini.... Knapa ???? karena ini menyangkut karir dan masa depan klien kami (Sebut saja Inisialnya MUS, yang juga adalah salah satu staff dosen pengajar di IAIN Bone). Ia di rugikan dan di rampas hak atas rumpun ilmunya berdasarkan UKOM yang dia miliki sehingga kami harus membuat masalah ini terang menderang" tutup Salahuddin.
Sebelumnya, Rektor IAIN Bone Prof. H. Sahabuddin yang sempat coba dikonfirmasi terkait permasalahan ini, belum menanggapinya secara serius. Rektor mengaku sedang berada diluar daerah.
"Waalaikumsalam. Saya masih DL" ringkasnya.
(Redaksi)
Anda sekarang membaca artikel Dugaan Skandal Guru Besar Abal-abal di IAIN Bone Menanti Babak Baru dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/05/dugaan-skandal-guru-besar-abal-abal-di.html
0 Comments: