BONE, Wartapolitika.com - Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone tahun 2026 berakhir dengan kericuhan. Insiden tersebut terjadi saat penutupan kegiatan pada Sabtu (5/9/26) dan disaksikan langsung oleh mahasiswa baru.
Kericuhan itu menjadi sorotan setelah rangkaian PBAK disebut telah diwarnai demonstrasi mahasiswa sejak hari pertama pelaksanaan. Seorang mahasiswa berinisial DM menyayangkan kondisi tersebut.
Menurutnya, demonstrasi yang muncul sejak pembukaan seharusnya menjadi sinyal bagi pihak kampus untuk segera melakukan langkah antisipasi. Namun, ketegangan justru berlanjut hingga penghujung kegiatan dan berakhir dengan kericuhan.
"Saya sebagai mahasiswa sangat menyayangkan kondisi seperti ini. PBAK seharusnya menjadi momentum menyambut mahasiswa baru dengan suasana akademik yang baik, bukan justru dibuka dengan demonstrasi dan ditutup dengan kericuhan," ujar DM.
Soroti Pengawasan Pimpinan Kampus
DM menilai insiden tersebut menjadi catatan serius bagi pimpinan IAIN Bone. Menurutnya, munculnya demonstrasi sejak awal kegiatan semestinya menjadi momentum bagi kampus untuk membuka ruang dialog dan menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.
"Kalau demonstrasi sudah muncul sejak pembukaan, semestinya itu menjadi sinyal dini bagi pimpinan kampus untuk turun tangan," katanya.
Ia mempertanyakan pengawasan pihak kampus selama kegiatan berlangsung. Terlebih, PBAK merupakan agenda yang secara khusus ditujukan untuk memperkenalkan lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.
Menurut DM, kondisi tersebut membuat citra pelaksanaan PBAK tahun ini dipertanyakan. Mahasiswa baru yang seharusnya mendapatkan pengalaman awal yang positif justru menyaksikan ketegangan hingga kericuhan di lingkungan kampus.
DM juga membandingkan pelaksanaan PBAK IAIN Bone dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone).
Ia menyebut pelaksanaan PKKMB di UNIM Bone dapat berlangsung tertib hingga selesai. Perbandingan tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya kesiapan serta ketegasan pengelolaan kegiatan oleh pihak kampus.
"Yang kita harapkan tentu kegiatan kampus berjalan aman, tertib, dan memberikan kesan positif bagi mahasiswa baru. Kalau ada persoalan, sebaiknya diselesaikan melalui ruang dialog dan mekanisme yang tersedia," ujar DM.
Desak Evaluasi Terbuka
DM mendesak pimpinan IAIN Bone melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan PBAK 2026.
Ia berharap evaluasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga disampaikan secara terbuka agar publik mengetahui langkah kampus dalam mencegah kejadian serupa terulang.
"Ini menjadi catatan bersama. Jangan sampai mahasiswa baru yang seharusnya mendapatkan pengalaman pertama yang baik di kampus justru menyaksikan konflik dan kericuhan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (6/9/26), pihak IAIN Bone belum memberikan keterangan resmi terkait kericuhan yang terjadi pada penutupan PBAK tersebut. (Redaksi)
Anda sekarang membaca artikel PBAK IAIN Bone Berakhir Ricuh, Mahasiswa Soroti Pengawasan Kampus dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/09/pbak-iain-bone-berakhir-ricuh-mahasiswa.html
0 Comments: