SINJAI - Sedikitnya delapan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sinjai harus mendapatkan perawatan di Puskesmas (PKM) Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah pelaksanaan proses belajar mengajar SR yang diketahui masih berlangsung meski kondisi gedung sekolah belum sepenuhnya rampung.
Kepala Sekolah Rakyat Sinjai, Rahmat S, membenarkan adanya delapan siswa yang saat ini menjalani perawatan di PKM Balangnipa. Namun, ia membantah informasi yang menyebut para siswa tersebut mengalami keracunan.
"Iyye, saat ini ada delapan orang yang sedang dirawat di PKM. Ada yang demam, sakit ulu hati, batuk, serta ada satu orang yang sesak. Sesak ini memang penyakit bawaan. Jadi, salah info kalau ada yang bilang siswa SR keracunan," ujar Rahmat saat dikonfirmasi melalui seluler, Jumat (28/8/26).
Rahmat mengatakan, dirinya sedang dalam perjalanan menuju Bone ketika dikonfirmasi mengenai kondisi para siswa tersebut.
Meski demikian, munculnya sejumlah siswa SR yang harus mendapatkan perawatan secara bersamaan menjadi perhatian tersendiri.
Terlebih, sebelumnya beredar informasi bahwa cukup banyak siswa SR menjalani perawatan di PKM Balangnipa pada Kamis (27/8/2026).
Sementara, kepala PKM Balangnipa Sinjai, Mustamin, sebelumnya juga membenarkan bahwa dirinya tengah berada di Kabupaten Bone untuk mengikuti kegiatan rapat.
Ia berjanji akan memberikan penjelasan mengenai kronologi siswa SR yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.
"Saya lagi ada kegiatan rapat di Bone, besok saya infokan," kata Mustamin, Kamis (27/8/2026).
Seorang warga Balangnipa berinisial MQ mengatakan, kondisi di Puskesmas saat itu cukup ramai. Bahkan, menurut pengamatannya, sejumlah bangsal terlihat dipenuhi siswa SR.
"Hampir di setiap bangsal disesaki siswa dari SR Sinjai,"ungkap MQ.
Lanjut MQ katakan, informasi tersebut tentu membutuhkan penjelasan lebih menyeluruh agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Meskipun pihak sekolah memastikan kondisi para siswa bukan akibat keracunan, fakta bahwa delapan siswa harus dirawat pada waktu yang relatif bersamaan tetap menjadi hal yang patut mendapat perhatian.
Apalagi, keluhan kesehatan yang dialami cukup beragam, mulai dari demam, batuk, sakit ulu hati hingga sesak napas.
Lanjut dikatakannya, kini bukan semata-mata soal ada atau tidaknya keracunan, melainkan apa yang menyebabkan sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan dalam waktu yang hampir bersamaan.
"Apakah seluruh keluhan tersebut memang merupakan kondisi kesehatan yang berdiri sendiri, atau terdapat faktor lingkungan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka, terlebih SR merupakan program pendidikan yang menyangkut anak-anak dan berada dalam perhatian warga. Bayangkan, sebanyak 305 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai menempati gedung sekolah sekaligus asrama yang overdue," ujarnya .
"Kondisi tersebut menjadi pertanyaan tersendiri, apakah seluruh lingkungan belajar sudah memenuhi standar keamanan, kenyamanan, sanitasi dan kesehatan bagi para siswa?
Jika siswa mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan, pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan sekolah, pola konsumsi makanan dan minuman, sanitasi, kebersihan ruang belajar maupun faktor kesehatan lainnya menjadi penting untuk memastikan penyebabnya.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan tidak berhenti pada bantahan terhadap isu keracunan, tetapi juga memberikan penjelasan berbasis pemeriksaan medis dan fakta lapangan agar keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi isu yang tidak terkendali.
Masyarakat tentu menunggu penjelasan resmi dari Puskesmas Balangnipa maupun instansi terkait mengenai kondisi kedelapan siswa tersebut, termasuk hasil pemeriksaan medis dan apakah terdapat hubungan antara keluhan kesehatan mereka dengan lingkungan sekolah.
Sebab, keselamatan dan kesehatan siswa semestinya menjadi prioritas utama, terlebih ketika sebuah sekolah baru mulai menjalankan aktivitas pembelajaran di tengah kondisi fasilitas yang masih dalam proses penyelesaian," sambungnya. (Bgs)
Anda sekarang membaca artikel Delapan Siswa Sekolah Rakyat Sinjai Dirawat, Proyek Gedung Diduga Overdue dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/08/delapan-siswa-sekolah-rakyat-sinjai.html
0 Comments: