SINJAI - Pasca Kasus dugaan pembobolan brankas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sangiaserri, Kabupaten Sinjai yang kini diklarifikasi Pimpinan Cabang kini dalam proses pendalaman. Namun, sejumlah akun di media sosial kembali heboh, mereka curhat tentang pengalaman tentang saldo di rekeningnya yang raib.
Kegaduhan bermula dari sebuah unggahan akun lokal yang menyinggung dugaan kepala unit BRI yang disebut-sebut “menggondol” uang hingga Rp3 miliar dari brankas. Narasi pun memicu gelombang komentar yang tidak sedikit. Warganet pun mengaitkan kasus tersebut dengan pengalaman pribadi.
Salah satu akun mengaku kerabatnya kehilangan saldo hingga Rp 70 juta secara tiba-tiba. Ia menyebut, saldo sempat terlihat normal saat dicek di ATM, namun mendadak hilang ketika hendak ditarik. Upaya penelusuran pun disebut buntu, karena minimnya bukti transaksi yang bisa diverifikasi.
"Pastimi orang curiga, kalau orang dalam ji yang bermain," tulisnya, mencerminkan keresahan yang mulai meluas di kalangan nasabah.
Sementara, pedagang sembako di pasar sentral, juga keluhkan Bank plat merah tersebut. Abd merasa dirugikan, ketika uang tabungannya sebesar Rp 20 juta lebih juga hilang, namun ia mengaku masih berupaya berkoordinasi dengan pihak BRI.
"Saya 20 juta lebih hilang di rekeningku, tiba-tiba ada SMS masuk terkait penarikan, padahal saya tidak melakukan transaksi, saat ini saya masih intens berkomunikasi dengan pihak BRI," ujar Ah yang minta namanya di inisialkan karena takut tidak dapat pelayanan di BRI jika menggunakan nama lengkap, Sabtu (25/4/2026).
Pemimpin Cabang BRI Sinjai, Dandy Wardana, yang coba dikonfirmasi terkait informasi mengenai kegaduhan sejumlah nasabah yang uangnya disebut raib tersebut, hingga saat ini tidak memberikan respons dan klarifikasinya. Ia juga tidak menjawab pertanyaan terkait kemungkinan keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dalam proses penanganan kasus ini.
Sebelumnya, pihak BRI telah mengeluarkan pernyataan resmi. Manajemen mengakui tengah melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum kepala unit yang diduga terlibat. BRI juga mengklaim telah bersikap kooperatif dengan aparat berwenang dan menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman.
Meski demikian, pernyataan itu belum cukup meredam kegelisahan publik.
Transparansi menjadi sorotan, terutama setelah pihak cabang enggan membuka informasi teknis seperti jumlah petugas yang memiliki akses ke brankas maupun batas maksimal penyimpanan dana di unit tersebut.
Informasi yang beredar menyebut, dana miliaran rupiah itu diduga digunakan untuk menutup utang akibat digunakan judi online.
Meski belum terkonfirmasi secara resmi, isu tersebut semakin memperkeruh situasi dan menggerus kepercayaan publik. Kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas BRI di Sinjai, terlebih Pimpinan cabang BRI sendiri, diketahui sempat diperiksa di kejaksaan negeri Sinjai sebelumnya.
Di satu sisi, bank pelat merah itu mengklaim sistem pengawasan internalnya mampu mendeteksi pelanggaran. Namun di sisi lain, respons yang terkesan tertutup justru memantik spekulasi liar.
Hingga kini, proses penanganan masih berjalan. Warga Sinjai menunggu, apakah ini sekadar ulah oknum, atau ada celah besar dalam sistem yang belum terungkap. (Bgs)
Anda sekarang membaca artikel Gaduh, Sejumlah Saldo Rekening Nasabah Raib Puluhan Juta, Pinca BRI Sinjai Bungkam dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/04/gaduh-sejumlah-saldo-rekening-nasabah.html
0 Comments: