INFO Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kasus Remaja SMP Korban Perundungan di Bone, Putus Sekolah Karena Masalah Ekonomi

Kasus Remaja SMP Korban Perundungan di Bone, Putus Sekolah Karena Masalah Ekonomi

BONE - Video rekaman perundungan hingga kekerasan fisik berdurasi 30 detik yang dilakukan sekelompok gadis remaja berusia Sekolah Menengah Pertama (SMP), beredar dan viral di media sosial. Peristiwa diketahui terjadi pada 2 Februari 2026 lalu, di salah satu bangunan yang terletak di sekitar sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 

Dalam video yang beredar, terlihat korban P (15) nampak tak berdaya, duduk dikelilingi oleh sejumlah pelaku yang diduga masih mantan teman sekolah korban dulu. Dengan disertai provokasi, para pelaku juga melakukan kekerasan fisik dengan menampar korban.
Pasca video mencuat ke publik, pihak keluarga yang tidak terima, memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Kepolisian pada Selasa (10/2/26).

"Betul, ada laporan yang masuk ke Polres Bone soal kasus perundungan ini. Peristiwa ini terjadi pada 2 Januari 2026. Kasusnya, dalam proses penyelidikan di Unit PPA," Terang Iptu Rayendra Muchtar, Kasi Humas Polres Bone.

Pihak Kepolisian pun masih menelusuri para pelaku hingga motif dari peristiwa perundungan tersebut.

Sementara itu, Aktivis Lembaga Perempuan dan Anak (LPPA) Bone yang turut mendampingi korban dalam laporannya, turut menyayangkan kasus perundungan yang melibatkan gadis remaja ini. Iapun mengungkapkan kondisi korban yang kini mengalami trauma dan gangguan psikologi dari dampak aksi perundungan yang tidak sekali diterimanya.

"Korban ini telah putus sekolah karena merupakan kategori kurang mampu. Ia harus bekerja membanting tulang demi membantu ekonomi keluarganya," ujar Martina Majid, salah satu Aktivis Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bone, saat dikonfirmasi Selasa (10/2/26).

Selanjutnya, iapun akan melakukan upaya mediasi kepada pihak terkait dan keluarga untuk bisa mengembalikan status korban sebagai pelajar.

"Kasus ini harus menjadi perhatian bersama. Kami juga akan berusaha melakukan pengembalian status pendidikan kepada anak dengan berkoordinasi ke sejumlah pihak. Apalagi karena umurnya masih di usia sekolah, tidak ada alasan untuk tidak sekolah," tambah Martina.

Terungkapnya salah satu fenomena kasus putus sekolah anak di usia dini lantaran kondisi ekonomi keluarga yang lemah di Kabupaten Bone, kembali menjadi ironi dan tamparan keras di dunia pendidikan saat ini, apalagi di tengah penguatan visi 'Program Indonesia Emas 2045'. Masalah sosial-ekonomi yang cenderung rapuh di golongan masyarakat akar rumput ke bawah mesti menjadi perhatian serius semua pihak, terutama bagi pemilik kebijakan dalam hal pengawasannya.

Sementara, penanaman moral bagi anak di usia dini saat ini, ikut menjadi tantangan serius di tengah gempuran kuatnya arus informasi global yang terus di konsumsi di tengah masyarakat melalui media sosial yang cenderung penuh flexing, tentunya akan menjadi momok tersendiri bagi pembentukan mental anak generasi penerus bangsa.

(Zul|7)


Anda sekarang membaca artikel Kasus Remaja SMP Korban Perundungan di Bone, Putus Sekolah Karena Masalah Ekonomi dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/02/kasus-remaja-smp-korban-perundungan-di.html

0 Comments: