INFO Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

‎Tagihan Air Warga Bone Melonjak 4 Kali Lipat, Pencatatan Meter PDAM Dipertanyakan

‎Tagihan Air Warga Bone Melonjak 4 Kali Lipat, Pencatatan Meter PDAM Dipertanyakan


BONE, Wartapolitika.com - Seorang warga Perumahan BTN Bulu Tempe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mempertanyakan lonjakan tagihan air Perumda Air Minum Wae Manurung yang dinilai tidak wajar. Tagihan yang sebelumnya berada di kisaran Rp200 ribuan disebut melonjak hingga lebih dari Rp800 ribu pada periode penagihan terbaru.
‎
‎Pelanggan tersebut tercatat atas nama DRS...*, dengan nomor pelanggan 241010-136**, beralamat di BTN Bulu Tempe D/8.
‎
‎Lonjakan tagihan itu dipersoalkan karena kondisi penghuni rumah disebut tidak mengalami perubahan yang dapat menjelaskan kenaikan pemakaian air. Rumah tersebut hanya dihuni tiga orang, yakni dua anak dan satu orang tua.
‎
‎Menurut pelanggan, kejanggalan semakin terasa jika dibandingkan dengan kondisi saat rumah tersebut masih digunakan untuk aktivitas berjualan.
‎
‎"Keanehan ini terlihat ketika kami masih aktif berjualan. Pada masa itu, pemakaian air seharusnya lebih tinggi karena digunakan untuk kebutuhan usaha, tapi tagihannya cuma di kisaran Rp200 ribuan. Namun, setelah aktivitas usaha tidak lagi berjalan dan rumah hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan justru melonjak hingga sekitar Rp800 ribuan," ungkap GL, Kamis (17/9/26).
‎
‎Merasa keberatan, pelanggan kemudian mendatangi Kantor Perumda Air Minum Wae Manurung Unit Tirong, Bone, untuk meminta penjelasan mengenai lonjakan tagihan tersebut dan mempertanyakan dasar perhitungannya.
‎
‎Namun, menurut GL, penjelasan yang diterimanya belum menjawab secara rinci penyebab kenaikan tagihan maupun dasar perhitungan yang digunakan.
‎
‎"Memang seperti itu," kata pihak Kantor PDAM Unit Tirong kepada pelanggan saat menyampaikan pengaduan.
‎
‎Jawaban tersebut dinilai belum memberikan kejelasan mengenai angka pemakaian air yang tercatat pada meter maupun perhitungan hingga menghasilkan tagihan lebih dari Rp800 ribu.
‎
‎"Saya hanya meminta kejelasan, kenapa bisa naik begini tagihan PDAM. Tapi jawaban yang didapat sangat tidak memuaskan. Saya sebagai konsumen tentunya merasa dirugikan," kata GL.
‎
‎Pelanggan meminta Perumda Air Minum Wae Manurung membuka riwayat pencatatan meter dan tagihan secara transparan. Dengan begitu, dapat diketahui apakah angka pemakaian yang menjadi dasar tagihan sesuai dengan kondisi meter di lapangan.
‎
‎Kejanggalan juga dipertanyakan karena warga menyebut pelanggan lain di sekitar BTN Bulu Tempe tidak mengalami lonjakan tagihan dengan pola serupa.
‎
‎Hal ini pun memunculkan hal serius mengenai adanya dugaan kesalahan pencatatan, manipulasi meteran, ataupun dugaan penggelembungan dalam manajemen teknis di PDAM. Persoalan ini disebut membutuhkan pemeriksaan teknis serta pencocokan antara angka meter di lapangan dengan data pencatatan dan sistem penagihan perusahaan.

‎Pelanggan meminta perusahaan melakukan audit terhadap riwayat pencatatan meter dan tagihan pelanggan bersangkutan.
‎
‎Selain itu, Perumda Air Minum Wae Manurung diminta menjelaskan secara terbuka dasar perhitungan kenaikan tagihan, termasuk jumlah pemakaian air yang tercatat dan komponen tarif yang diterapkan.
‎Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran oleh petugas, pelanggan meminta perusahaan memberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Pelanggan juga berharap mekanisme pengaduan diperbaiki sehingga setiap keluhan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis dan penjelasan berbasis data.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari Perumda Air Minum Wae Manurung Kabupaten Bone mengenai penyebab lonjakan tagihan pelanggan tersebut. (Zul|7)

Anda sekarang membaca artikel ‎Tagihan Air Warga Bone Melonjak 4 Kali Lipat, Pencatatan Meter PDAM Dipertanyakan dengan alamat link https://www.wartapolitika.com/2026/09/tagihan-air-warga-bone-melonjak-4-kali.html

0 Comments: